Minggu, 22 Juni 2008

Tekanan Inflasi Paksa BI Rate Naik

TRIBUN, PONTIANAK- Dampak kenaikan harga BBM memberikan tekanan inflasi yang memaksa BI Rate mengalami kenaikan sebesar 25 basic point (bsp) atau pada posisi 8,50 persen. Keputusan ini diambil pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta pada Kamis (5/6).

Selain dampak kenaikan harga BBM, akibat harga komoditas energi dan pangan dunia, Bank Indonesia juga melihat bahwa tren peningkatan permintaan domestik turut memberikan tekanan pada inflasi inti.

“Inflasi kita masih tinggi, sekitar 10 persen koma sekian,” jelas Humas Bank Indonesia, Kalbar, Agus Hartanto, ketika ditemui Tribun, Kamis (5/6), diruang kerjanya. Ia juga mengatakan bahwa inflasi masih terus akan meningkat di atas angka 10.

Menurut Agus, kenaikan BI Rate pada hari ini, masih wajar. “Masih normal karena hanya sedikit berpengaruh pada kenaikan suku bunga, apalagi cuma 25 bps,” tambah pria berusia 38 tahun ini.

Mengenai tindakan BI untuk mengawasi kenaikan BI Rate ini, ia hanya menjawab bahwa BI hanya melihat perkembangan pasar. “Kita tidak mengawasi karena kenaikan itu tidak terlalu signifikan,” lanjutnya. (agg)

Tidak ada komentar: