Sabtu, 19 Juli 2008

Personil Tangga mau Wisata ke Batam

USAI membawakan beberapa lagu di Noname Cafe, Hotel Harmony pada Jumat (18/7) malam, Tangga masih terlihat energik. Padahal, mereka menyanyikan sekitar 10 lagu dari album pertama sampai album ketiga yang baru saja direlease.

"Batam asyik, terlihat dari penontonnya yang banyak dan antusias mengikuti lagu-lagu yang kita bawakan tadi. Bahkan, penonton cowok tidak segan ikut menyanyi," kata Kamga, satu personil Tangga ketika ditanya mengenai kota Batam. Menurutnya, antusias itu mampu membuktikan bahwa lagu-lagu Tangga bukan hanya kalangan cewek saja.

Lain lagi dengan Tata dan Chevrina yang melihat Batam sebagai kota tujuan wisata. "Ketika di pesawat, saya lihat banyak pulau, dan pasti Batam banyak pantai untuk saya kunjungi," jelas Tata seraya menggerakkan tangannya meniru pesawat yang terbang.

Bahkan, Chevrina ingin berkunjung ke Batam bukan dalam rangka kerja, tetapi dalam rangka wisata. "Kalau ada liburan, saya pengen ke Batam sama keluarga," terang perempuan berkulit putih ini.

Terkenalnya Batam dengan harga elektronik murah, menarik perhatian Nerra, personil Tangga lainnya. "Sayang kita besok kembali ke Jakarta, padahal pengen jalan-jalan," jelasnya perempuan imut ini seraya cemberut.

Mereka serentak ingin kembali ke Batam bukan pada saat jadwal manggung tetapi keperluan liburan. Menjadikan Batam sebagai tujuan wisata merupakan impian seluruh personil Tangga.

Saling mengingatkan
Karena keempatnya masih berstatus duduk di bangku kuliah, mereka kesulitan untuk mengatur jadwal latihan nyanyi, dua kali dalam sepekan. "Untung manajer kita pintar mengatur jadwal kita latihan," teriak mereka berempat kompak seraya menunjuk seorang diantara rombongan manajemen Tangga.

Namun, tetap saja ada personil yang paling bengal dalam masalah waktu. Dengan tegas, Kamga mengacungkan tangan kanannya ketika ditanya mengenai siapa diantara personil Tangga yang paling sering telat.

"Jadwal latihan pukul 09.00 WIB, berangkat sekitar pukul 06.00, tapi di jalan mampir-mampir dulu, beli sarapan, nah jadi sering molor deh," ujar Kamga yang malam itu mengikatkan rambutnya seperti bentuk sanggul. "Maaf ya kawan-kawan, saya usahakan tidak lagi," lanjutnya seraya melihat ke arah personil lainnya dengan senyum kecut.

Untuk menjaga kekompakan Tangga, mereka mengaku saling mengingatkan dan sharing. Setiap latihan, biasanya menjadi tempat evaluasi kerja mereka. "Kita selalu tegur dan ingetin kalau sudah ada yang kelewatan," jelas Tata.

Mereka tidak mau seperti grup lain yang bubar akibat kurangnya komunikasi, dengan selalu menjaga komunikasi ketika tidak bersama-sama.

Dari keempat personil, Kamga mengaku masih jomblo. "Saya masih jomblo, karena selektif untuk yang satu ini," ujar Kamga dan disoraki kawan-kawannya. Yang mengaku memiliki pacar dari kalangan artis hanya Chevrina. Namun, ia enggan menjelaskan siapa pacarnya. "Yang jelas, dia dari kalangan artis, bisa pemain sinetron atau penyanyi," ujarnya seraya tersipu malu.

Tangga, melalui Kamga berpesan pada penggemar mereka untuk juga selalu mendengarkan grup musik lainnya. "Selain mendengar musik kita, grup lainnya juga perlu kalian dengarkan," ujarnya.

Penonton Histeris
Konser bertajuk Lost in Love with Tangga di Noname Cafe, di penuhi sekitar 200 penonton pada Jumat (18/7) malam. Konser ini juga merupakan promosi album ketiga Tangga bertajuk Kesempatan Kedua.

Dengan komunikatif, empat personil Tangga mampu membuat suasana menjadi lebih segar. Terlebih ketika tembang Terbaik Untukmu yang sempat menjadi hits dinyanyikan. Secara spontan, penonton berteriak histeris terbawa suasana.

"Yang paling berkesan malam ini, ketika melihat ada seorang cowok yang sangat antusias ikut menyanyi dan terbawa suasana," teriak Kamga sembari menunjuk seorang penonton. Ia menegaskan bahwa tembang yang mereka nyanyikan tidak hanya untuk kalangan wanita.

Album Kesempatan Kedua merupakan soundtrack film Lost in Love yang hampir seluruh pengambilan gambarnya di Paris. "Album ketiga ini liriknya menggunakan bahasa Perancis, Inggris, dan Indonesia," jelas Tata, satu personil Tangga. (agg)